Bagaimana Mirza Ghulam Qadiani meninggal dunia?

'Seeratul Mahdi' adalah buku yang ditulis oleh putra Mirza Ghulam, Mirza Bashir Ahmad, yang merincikan kehidupan Mirza Ghulam Ahmad Qadiani melalui kisah-kisah yang diceritakan istrinya, sahabatnya, anggota keluarga dan orang-orang yang pernah berhubungan dengannya.

Anda bisa mengunggah buku Seeratul Mahdi di website resmi Ahmadiyyah:

- [Seerat ul Mahdi: Volume 1, Narasi 12, Nomor Halaman 10 dan 11] (Tautan langsung ke halaman)

Terjemahan:

"Ibu saya, Nurhat Jehan, memberitahu saya bahwa yang menyebabkan kelonggaran perut tersebut terjadi setelah beliau makan siang. Kemudian, saya mulai memijit-menekan kakinya dan dia berbaring dengan nyaman dan tertidur, tak lama setelah itu aku pun tertidur. Beberapa saat kemudian, dia merasakan lagi penyakit tersebut, dan dia menggunakan kamar mandi dua kali, setelah itu, dia merasa lemah. Dia menggelengkan saya dan berbaring di tempat tidur saya. Saya menyarankan agar kakinya dipijit (ditekan). Beberapa menit kemudian, dia menyuruh saya untuk pergi tidur, tapi saya menolak dan melanjutkan memijit kaki beliau. Sekali lagi, dia diserang penyakit kelonggaran perut. Dia tak mampu untuk pergi ke toilet, karena terlalu lemah. Saya membuat pengaturan agar beliau dekat dengan tempat tidur. Beliau duduk dan melegakan dirinya di atas tempat tidur tersebut. Kemudia dia membaringkan dirinya dan saya mulai lagi memijit kaki beliau. Kelemahannya bertambah. Beliau merasakan penyakit lain dan muntah-mutah. Ini benar-benar melumpuhkannya, dan ketika beliau akan berbaring lagi, beliau terjatuh dan memukul kepalanya"

- [Seerat ul Mahdi: Volume 1, Narasi 12, Nomor Halaman 10 dan 11]


Mertua Mirza Ghulam Qadiani, Mir Nasir Nawab, berkata dalam bukunya 'Hayat-i-Nasir':

- [Hayat-i-Nasir: Nomor Halaman 13 dan 14] (Tautan langsung ke halaman)

Terjemahan: 

"Malam hari ketika dia jatuh sakit, saya sedang tertidur di kamar saya. Ketika penyakitnya bertambah parah, dia membangunkan saya. Saya bergegas memeriksanya dan menemukannya dalam keadaan sakit parah. Dia berkata pada saya bahwa dia telah terserang Kolera. Setelah ini, dia tidak lagi mengucapkan kata-kata yang jelas, sampai dia meninggal dunia pada hari Senin, pukul sepuluh pagi."

- [Hayat-i-Nasir: Nomor Halaman 13 dan 14] (Tautan langsung ke halaman)


To read this article in English, Click here: How did Mirza Ghulam Ahmad Qadiani die?

No comments:

Post a Comment